Aku dan Setia

Nyaris kulalui seperempat abad perjalanan waktu -perhitungan yang didasarkan kepada peredaran benda langit diluar bumi sebagai penanda- , saat pagi itu, sekitar pukul delapan-an, masih di atas tempat tidur, menghidupkan laptop dan membaca puluhan lembar hasil ekstraksi pemikir yang hebat –kali ini penilaian didasarkan kepada keputusan didalam aku-, pikiranku menyentuh pertanyaan yang beberapa waktu lalu begitu menggelisahkan sadar dan lelapku, begitu mengganggu dan menakutkan sehingga aku memutuskan untuk menguburnya dalam  dengan terus dan terus menjejali otakku dengan byte-byte informasi yang baru dan yang di-baru-barukan. Tapi tidak kali ini, aku tak bisa menahannya, pertanyaan itu tiba-tiba saja ada dihadapanku, menatapku dengan seringainya yang mengerikan; Berikan aku jawabannya!! Continue reading

Posted in sunyi | Leave a comment

Kosong

Aku tak pernah memikirkan kata ini secara serius dalam hidupku sebelumnya, sampai hari ini. Aku merasa kosong. Sunyi, tak ada apapun, eh ada, ya kosong itu. Tapi aku tidak merasa sedih atau merasa putus asa. Hanya kosong. Continue reading

Posted in sunyi | Leave a comment

Perjalanan Pencari

Karena mengikuti arus merobek hati maka kupaksa janji menetes di jalan berliku, jalan ini.

Tak kutunggu engkau untuk menjajari langkahku, apalagi mengharapkan rengekanmu memanggilku kembali, karena seperti inilah harusnya, melangkah.

Aku adalah penjelajah baru sekarang begitupun engkau, jadi..

Pastikan saja kita tetap melangkah maka shelter berikutnya akan menjanjikan teduh.

Salam

-pencari-

Posted in teduh | 5 Comments